Tips Mengurangi Kebiasaan Rokok

Kata banyak orang yang saya temui, untuk stop merokok itu tidak bisa dengan mengurangi, tetapi harus langsung stop tidak merokok sama sekali. Apa iya? Saya mungkin salah satu orang yang ingin membuktikan bahwa stop merokok bisa melalui tahap mengurangi hingga sama sekali tidak merokok. Tips dibawah ini sudah saya lakukan dan sudah terbukti secara signifikan mengurangi kebiasaan merokok. Dulu saya bisa menghabiskan 2 sampai dengan 3 bungkus rokok dalam sehari, saat ini saya mengabiskan 1 bungkus rokok untuk waktu 1 minggu bahkan lebih. Terkadang rasa rokok juga sudah menjadi asem karena terlalu lama terbuka :))

Berikut tips mengurangi rokok.

1. Jangan membawa korek api atau pemantik
Untuk merokok dibutuhkan korek api atau pemantik –kalau Anda terbiasa menyalakan rokok dengan menggesek batu atau kayu ya silakan saja :)) Dengan membiasakan diri untuk selalu tidak membawa korek api atau pemantik, maka kita akan susah dan berusaha meminjam ke orang lain setiap kali mau merokok. Hal ini sudah saya lakukan cukup lama bahkan sudah menjadi salah satu ciri khas saya dimata teman-teman ;)
Sisi positif yang akan kita dapatkan dari kebiasaan ini:
* Tidak akan bisa merokok sesuka hati, tetapi tergantung apakah ada orang disekitar kita yang bisa kita pinjami korek api atau pemantik
* Bisa mendapat teman baru, siapa tahu orang yang meminjami kita ternyata menawarkan proyek :d
* Tetapi, bisa juga menjadi omongan yang tidak enak kedengarannya, "Ini orang gak punya duit apa ya? korek ajah pinjem." :)) Tidak apa-apa, dengan begini kita akan berpikir ulang saat mau meminjam korek api atau pemantik ke orang lain ;)

2. Hilangkan semua korek api atau pemantik di tempat tinggal kita
Di rumah saya agak susah mencari korek api atau pemantik, saya menyalakan rokok menggunakan kompor gas :))

3. Hilangkan semua korek api atau pemantik yang kita pinjam
Dengan cara ini saya jamin tidak akan ada seorang pun yang mengenal Anda akan meminjamkan korek api atau pemantiknya :)) Dan Anda juga akan kapok jika melakukan hal ini kepada orang yang belum Anda kenal, apalagi jika pemantik yang Anda pinjam adalah pemantik dengan merek Zippo =))

4. Habiskan dan jangan dibuang!
Maksudnya, jika Anda telah membeli sebungkus rokok dan belum habis karena menjalankan tips nomor 1, 2 dan 3. Lalu rokok sudah berasa asem karena masuk angin, Anda harus bertanggung jawab untuk tetap menghabiskannya! Ini akan membuat Anda berhitung dan berpikir untuk melakukan tip nomor 5.

5. Membeli rokok batangan
Saran saya, belilah mulai dari setengah bungkus lalu menurun sampai pada beli satu atau dua batang. Ini harus Anda lakukan dengan komitmen yang kuat. Jadi Anda harus tetap melakukan hal ini walaupun Anda sedang memegang uang dengan pecahan yang cukup besar untuk membeli satu atau dua batang rokok.
Sisi positif yang akan Anda dapatkan:
* Anda akan malu jika membeli satu atau dua batang rokok dengan pecahan uang ditangan Anda yang cukup besar. Pada akhirnya Anda mungkin akan mengurungkan diri untuk membeli rokok. Dengan kata lain, Anda hanya akan membeli rokok jika punya uang recehan.
* Anda juga mungkin punya rasa gengsi untuk mampir ke warung hanya untuk membeli satu atau dua batang rokok. Tidak apa-apa, gengsi seperti ini justru berdampak positif bagi keinginan Anda untuk mengurangi rokok.
* Nah, kalau Anda sudah berkomitmen seperti ini maka Anda juga tidak bisa membeli rokok di supermarket kan? Mana ada supermarket atau minimarket yang menjual rokok batangan ;)

Jika tip nomor 5 ini masih dirasa berat, silakan berhadapan dengan risiko yang ada pada tip nomor 4.

6. Berdoa terus agar rokok semakin mahal
Saya merasakan harga rokok semakin mahal, dulu saat saya SMA sebungkus rokok harganya kurang dari Rp. 1.000 (bahkan seingat saya beberapa merek harganya Rp. 450 sebungkus), saat kuliah berkisar dari Rp. 1.000 – Rp. 3.000, sekarang berkisar antara Rp. 7.000 – Rp. 11.000. Dulu saya pernah berdoa agar harga rokok naik, entah kapan, dan saya yakin itu bukan doa saya seorang karena buktinya harga rokok terus naik ;) Semakin tinggi harga rokok semakin membuat para perokok berpikir untuk membelinya. Yok, kita berdoa sama-sama :)
**sayangnya, hal ini juga bisa memancing kriminalitas :(

7. Membeli rokok dengan PPRUDDT
Saya sempat melakukan hal ini yaitu membeli rokok dengan Potongan Pajak Rokok Untuk Dimasukan Dalam Tabungan. Disarankan dimasukan ke tabungan orang lain misalnya tabungan istri atau pacar atau siapa saja yang penting bukan tabungan Anda sendiri ;) –Tabungan saya juga boleh banget :d .
Jadi, kita harus disiplin untuk selalu memasukan sejumlah uang kedalam tabungan sebesar X persen dari harga rokok yang kita beli. Misalnya saya menetapkan X=60% dan harga rokok yang saya beli adalah Rp. 8.000. Maka saya harus membeli rokok dengan harga Rp. 12.800 dengan rincian Rp. 8.000 untuk membeli rokok dan Rp. 4.800 untuk ditabung. Tip nomor 7 ini untuk mengatisipasi jika doa pada tip nomor 6 tidak dikabul-kabulkan :p
Pelajaran yang didapat dari tip ini:
Ternyata harga untuk kebiasaan kita merokok itu jauh lebih mahal dari kebutuhan pokok yang seharusnya kita penuhi. Bahkan bisa jadi lebih mahal dari kebutuhan tersier kita :(

8. Cari istri atau suami atau pacar yang anti dengan asap rokok :d
Nah, ini penting banget dan bisa menjadi motivasi kuat untuk mengurangi bahkan berhenti sama sekali ;)

9. Jangan membawa rokok dan korek api atau pemantik
Jadi kalau Anda mau merokok, maka Anda harus minta rokok :)) Setelah minta rokok maka Anda akan berhadapan dengan tip nomor 2. Triknya jangan lakukan secara berurut, tapi pakai strategi seperti ini:
"Mas, permisi. Punya korek api gak?" Lalu setelah orang itu memberikan koreknya, yang Anda harus lakukan adalah berpura-pura merogoh kantong lalu berkata, "Walah, maaf Mas. Punya rokoknya gak?" =))

Sengaja saya tidak memasukan unsur-unsur ancaman kesehatan disini, saya pikir semua perokok sudah tahu apa risikonya. Pengalaman dari yang saya lihat disekitar saya, jarang ada perokok yang berhenti merokok karena takut akan risiko kesehatannya. Mereka biasanya cuek bahkan berani bilang "Kalau sudah takdirnya mati ya mati." Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sudah pernah merasakan sakit parah akibat merokok kembali merokok ketika merasa dirinya sudah sehat :(

Mungkin beberapa tips diatas sedikit bercanda, hanya percaya atau tidak, saya sudah melakukan hal ini bahkan sekali-sekali melakukan tip nomor 9 :)) Alhamdulillah saat ini saya hanya merokok rata-rata 1-2 batang sehari bahkan terkadang tidak sama sekali. Saya cukup bersyukur bisa mengubah gaya hidup dari perokok berat hingga seperti saat ini. Suatu hari kelak, dalam waktu dekat, saya yakin bisa berhenti sama sekali :)

14 komentar:

  1. saya udah pernah nyoba tuh…

    berhenti merokok adalah salah satu resolusi saya di tahun 2008

    dan saya pun mengerjakan apa yang di sebutkan di atas…

    alhasil saya bisa berhenti merokok sampai 1,5 bulan…

    saya berhenti dari tgl 1 januari 2008 sampai pertengahan februari 2008…

    anda pasti berpikir kenapa sampai pertengahan februari, itu artinya saya merokok lagi !!! bener banget, saya ngerokok lagi…

    satu yang perlu di ingat , lingkungan sangat berengaruh besar terhadap usaha kita

    BalasHapus
  2. –kalau Anda terbiasa menyalakan rokok dengan menggesek batu atau kayu ya silakan saja

    #:-s

    Bisa mendapat teman baru, siapa tahu orang yang meminjami kita ternyata menawarkan proyek

    $-)

    apalagi jika pemantik yang Anda pinjam adalah pemantik dengan merek Zippo

    #:-s

    Mana ada supermarket atau minimarket yang menjual rokok batangan

    $-) peluang usaha yang cerah neh..

    yang Anda harus lakukan adalah berpura-pura merogoh kantong lalu berkata, “Walah, maaf Gus. Punya rokoknya gak?”

    #:-s #:-s #:-s

    btw alhamdulillah ridu gak ngerokok.. jadinya gak repot2 ngejalanin tips2 di atas.. semoga bisa berhenti yah bagi yg ngerokok!! :D

    BalasHapus
  3. intinya itu, kesadaran diri yang terpenting

    BalasHapus
  4. sama kayak ridu.. syukurlah saya gak ngerokok

    BalasHapus
  5. @ridhocyber
    Nah justru itu, maka kita sendiri yang harus memaksa dan membuat agar lingkungan di sekitar kita tidak memungkinkan merokok (baca: membuat diri sendiri sulit untuk merokok).

    @ridu, @jimmy
    Sip … kalian orang2 yang beruntung :)

    @Okta Sihotang
    Terkadang mengharap kesadaran diri itu susah jika tidak dipaksa oleh lingkungan. Itu sebabnya saya create lingkungan saya sendiri yang membuat saya susah untuk merokok ;)

    BalasHapus
  6. Asyik!! Culik ah tipsnya…;))
    Ada yang pernah bilang, orang yang ngerokok juga terancam cacingan? *siul2*

    BalasHapus
  7. Aku gak tau seberapa susahnya menghilangkan kebiasaan rokok. Tapi kalo menuruti kemauan hati, gak ada habisnya.
    Ayo semangat untuk stop rokok.

    Pengen cerita dikit nih. Dulu waktu SD aku pernah main2an rokok2an pake kertas yang dibakar. Karena mainan, pengennya sih cuma biar keren keluar asapnya gitu kalo ditiup. Sialnya, aku keliru, bukannya ditiup malah kehisap :((
    Pahit… :-& #038;
    En batuk2 deh.
    Kapok deh..
    Pake cara itu aja sapa tau berhasil :))
    hahaha..
    Gak koq becanda. Malah tambah parah nanti.

    BalasHapus
  8. Hilangkan semua korek api atau pemantik di tempat tinggal kita
    Di rumah saya agak susah mencari korek api atau pemantik, saya menyalakan rokok menggunakan kompor gas

    >> berarti jangan bawa2 kompor gas selama bepergian pak!

    BalasHapus
  9. untungnya saya gak ngerokok

    BalasHapus
  10. hihi, ini sih tips nya buat orang yang ‘gak enakan’ mas riyo. Kalau minta2 atau minjam korek gak enak hati jadinya milih gak ngerokok. Gimana orang muka tembok, asik aja minta2 malah makin semangat bisa merokok gratis:D

    BalasHapus
  11. wakakakakaka… saya suka tips ini… karena kecanduan rokok saya sudah demikian akut

    BalasHapus
  12. @Donny Reza
    Cacingan? hihihih :d Masak sih :-? Alhamdulillah saya gak pernah tuh.

    @Rosyidi
    Hehehe, tapi bener, kalau dibilang sulit ya sulit, semua kita kembalikan ke diri sendiri. Thanks buat semangatnya ;)

    @suci
    =)) …

    @rd limosin
    Bener, Anda beruntung :)

    @anonim
    Bener juga, harus ditambahin judulnya, Tips Mengurangi Kebiasaan Rokok (buat yang gak muka badak) :))

    @gempur
    Hehehe, silakan diterapkan, mudah-mudaha ada manfaatnya. Dan tolong cerita di blog nya ya kalau berhasil ;)

    BalasHapus
  13. klo begadang di dpn komputer sih susah ga ngeroko…

    saya sih naek turun…kadang ngeteng, kadang sebungkus, kadang dua bungkus, tegantung tubuh saya merespon klo sudah engap (dada sesak) saya bisa berheti ampe 1bulan, trus ngerokok lg :d

    oya klo kebanyakan ngeroko rasanya jd biasa2 saja, asap rokok udah kaya angin yg di isep.. tp klo udh berenti 1bulan asap rokok jd lebih nikmat maknyus lah… dada juga rasanya hampang (ringan).

    mendingan juga isep sisha, apalagi yg rasa strowberi,,waww maknyus…:d/

    BalasHapus
  14. Aslm. Siang Sobat…>>>!!!!!!!

    Wah Boleh Nich Tips nya……!!!
    Tapi Kayaknya Susah juga Dech…!!!, Baru aja aq NgRokOk ….!!!!
    Padahal aq dah usaha semaksimal mungkin, habis mkan ndak ngrokok…..,
    Habis mkn maunya tetap di kursi, eh temen telp…!!!
    suruh turun….!!!
    pas gw Samperin…., mereka bilang kok tumben ndak ngrokok…
    gw jawab baru Radang….
    Teman Bilang radang aja kok bingung…( makanya Ngrokok biar Sembuh )

    Emang Bener Merokok 70% karena Faktor Lingkungan, SUSAH Buanget Yach….!!!
    Padahal Pengen Buanget Berhenti Ngrokok…..>>>!!!!!!!!!!!!!! “_”

    BalasHapus