Menghubungi Calon Menteri

Harap-harap Cemas Menunggu Telepon Cikeas
”Nomor saya ini selalu aktif, lho”.
Selarik pesan pendek itu masuk ke nomor pribadi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Pesan pendek itu tentunya dikirimkan bukan tanpa maksud. Menjelang pengumuman kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan ditentukan pada pekan ini, tentu saja makna dibalik pesan singkat itu sangat jelas.

Si pengirim bermaksud megingatkan ke Yudhoyono agar jangan melupakan dirinya dalam menyusun kabinet baru.

Saat-saat ini memang banyak orang yang tengah harap-harap cemas menanti telepon selulernya berdering. Bukan panggilan sembarangan tentunya yang ditunggu, tapi panggilan 'sakti' dari Cikeas, kediaman pribadi Presiden Yudhoyono.Rupa-rupa cara orang untuk mendekati Yudhoyono dan menarik hatinya untuk direkrut menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.


Selain melalui jalur resmi, yaitu, usulan parpol pengusung duet SBY-Boediono, aliran Curriculum Vitae (CV) pun mengalir dari berbagai macam organisasi dan cara.

Menteri Sekertaris Negara Hatta Rajasa menceritakan puluhan 'surat lamaran' beserta CV lengkap mampir ke Sekertariat Negara. Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng pun menyebutkan alamat rumahnya banyak dituju 'pelamar' menteri. Bahkan, Presiden Yudhoyono sendiri menyebutkan ada yang mengirimkan 'lamaran' melalui ibu mertuanya.

Hitung mundur ke 21 Oktober, waktu pengumuman kabinet, memang semakin dekat. Dan, jantung para calon menteri yang merasa sudah mengirim atau dikirimkan riwayat hidupnya ke Cikeas pun semakin berdegup kencang.

Presiden Yudhoyono sendiri saat berbicara di hadapan kader Partai Demokrat di Cikeas, Senin (12/10) memastikan saat ini proses pembentukan kabinet keduanya tengah berlangsung. Ditegaskannya, prosesnya sudah disusun rapi dan terjadwalkan dengan baik.

Namun, ditegaskanya, hingga saat ini belum ada proses pemanggilan calon menteri. Untuk itu, Ia meminta semuanya bersabar.

"Ada komentar, jangan-jangan SBY lupa sama kita semua, kok adem ayem, padahal telpon empat-empatnya sudah on," kata Yudhoyono setengah berseloroh.

Ia pun lalu menyindir komentar para tokoh di media masa yang meminta agar dirinya ingat dengan komitmennya. "Pernyataan di media masa sudah mulai menjurus, mudah-mudahan SBY ingat komitmennya. Saya bilang belum, memang belum. Kok sepertinya kesusu sekali," katanya disambut tawa hadirin.

Rabu malam, saat menggelar dialog dengan wartawan di kediamanya, Yudhoyono menyatakan besok, (Kamis) malam, calon-calon menteri akan diberitahu per telepon. Sabtu, 17/10, Yudhoyono akan memanggil satu per satu kandidat menteri yang dipilihnya untuk menjalani uji kelayakan (fit and proper test).

Ditambahkanya, hingga saat ini semua pos dan nama calon menteri sudah hampir selesai disusun. "Tinggal sekitar empat posisi yang masih mismatch," katanya.

Yudhoyono memastikan, komposisi menteri sudah mempertimbangkan keterwakilan parpol koalisi, kepakaran profesional, kemajemukan wilayah, serta gender. Sesuai dengan UU No 39 tahun 2008 maka akan ada 34 pos menteri yang akan diisi. Ia pun meminta maaf kepada semua kalangan yang sudah mengajukan nama-nama menteri namun tidak bisa diakomodasi karena jatah kursi menteri yang terbatas. "Slot-nya terbatas, seat-nya terbatas, kursinya terbatas," katanya.

Dikatakanya, parpol koalisi juga telah menyerahkan semua nama calon menteri. Parpol menyerahkan nama sebanyak tiga kali jumlah jatah yang diberikan SBY. Jadi, misalkan satu partai mendapat jatah dua kursi, Parpol itu akan menyerahkan enam nama.

SBY mengatakan, dirinya akan memperhatikan prioritas nama menteri yang diajukan partai. Meski tidak menutup kemungkinan, dirinya bisa memilih nama menteri yang tidak diprioritaskan, namun tetap sesuai dengan rekomendasi partai.

Lebih lanjut, meski tak menambah jumlah kementrian namun setiap kementrian akan diberikan beban tambahan. Yudhoyono memberikan bocoran, misalnya, Meneg Pemberdayaan Perempuan akan ditambah dengan perlindungan anak. "Beban kementrian akan lebih tinggi dibandingkan dulu," katanya.

Dalam kapasitasnya sebagai presiden terpilih untuk periode 2009-2014, Ia memang tengah menyusun kabinet baru didampingi wapres terpilih Boediono dan sebuah tim kecil. Meski dikejar tenggat waktu dan pilihan calon menteri yang banyak serta deal-deal politik, Yudhoyono mengaku tetap rileks dan tidak didera kebingungan.

"Tentu menyusun kabinet untuk lima tahun mendatang tugas yang tak ringan tentulah tak bisa dilakukan begitu saja," katanya.

Semuanya, kata dia, akan dipertimbangakan secara masak dan seksama agar kabinet dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Akan dijelaskan ke publik pula secara transaparan. "Mengapa kabinet mendatang strukturnya sepert itu, sasaranya sepert itu, pejabat yang mengawaki kabinet mendatang seperti itu".

Ia pun mengaku melibatkan wakil presiden Boediono. Profesor ekonomi dari UGM itu diberikan kewenangan memberikan pandangan serta mengusulkan nama-nama yang dianggap tepat dan layak untuk menjadi menteri.

Saat ini struktur kabinet, sasaran, program kabinet mendatang telah selesai disusun. Begitu pula, kelengkapan yg saya perlukan seperti kesepakatan koalisi, pakta integritas, kontrak kinerja juga sudah rampung.

Nah, sementara banyak yang tengah harap-harap cemas. Yudhoyono masih menutup rapat-rapat siapa nama-nama calon-calon menteri yang akan dipanggilnya. "Jangan tanya dulu soal nama-nama," katanya.

Wakilnya Boediono pun tak mau melampaui kewenangan prerogatif yang dimiliki presiden. Bocoran juga tak didapat ketika dikejar ke Ketua Tim Sukses SBY-Boediono Hatta Rajasa. Dalam beberapa kesempatan dicecar tentang calon-calon menteri, komposisi dalam kabinet dan berapa calon dari parpol, Hatta selalu mengelak. "Hanya SBY dan Tuhan yang tahu," kalimat itu sering kali keluar ketika Ia terus didesak para pemburu berita.


2 komentar: